Get Well Soon, Himawan

Get Well Soon, Himawan

Ditulis oleh Tgl. 28 Maret 2013, 14:47 pm Topik: Catatan Harian

U

fuk Telah Membenamkan Matahari. AC Mobil Juga Telah Turun Derajat Celciusnya. Dalam kabin mobil, Ria yang kemarin duduk dibangku samping, mengabarkan kecelakan tragis yang menimpa sahabat kami ‘Himawan’.

Saya yang sedang mengemudi, belum seberapa klik dengan cerita Ria. Maklum, saya termasuk orang yang tidak bisa membagi konsentrasi ketika sedang mengemudi. Apalagi, jika perhatian tersebut mengharuskan sebuah konsentrasi tinggi pada sesuatu yang khusus; “berita kecelakaan” misalnya.

Simpang siur berita tersebut, mulai kronologi kejadian, tempat kejadian perkara (TKP) hingga kondisi Himawan pasca kecelakaan juga belum diketahui. Dalam benak saya waktu itu, Himawan hanya mengalami luka ringan yang tidak membahayakan. Saya pun menganggap insiden-insiden semacam itu, sudah biasa terjadi dijalan. Maklum, menurut guru mengemudi saya, Pak Yono, “Penduduk Indonesia, sebagian besar kurang terdidik dalam berkendara. Hal itulah yang menyebabkan, Angka kecelakaan di negara ini sangat tinggi”.

Lebih Lengkap

‘Senopati, Panglima, dan Raja’ Brondong

‘Senopati, Panglima, dan Raja’ Brondong

Ditulis oleh Tgl. 5 Maret 2013, 14:21 pm Topik: Catatan Harian

M

engawali Senin Pagi — Sekaligus Tulisan Pertama di 2013, Saya Manggut-Manggut Sambil Tertawa Kecil ketika membaca sebuah CC email yang mampir ke inbox. Email tersebut datang dari Anak Buah saya, yang ditujukan kepada seseorang dari fungsi lain dengan tujuan mengkonfirmasi kebenaran sebuah informasi.

Sebetulnya nggak ada yang aneh apalagi rahasia dalam informasi tersebut. Bahkan bisa dikatakan biasa-biasa saja. Sebuah informasi yang menerangkan bahwa Si A adalah karyawan dengan tingkatan tertentu, dengan jabatan yang juga tertentu. Anak buah saya pun mengkonfirmasinya dengan cara yang juga biasa-biasa saja.

Hanya, satu-satunya yang nggak biasa disini adalah cara saya menyoroti informasi tersebut. Salah satu misal; dalam informasi tersebut menampilkan informasi perihal ‘Mbak yu Lai-tu-mi’ dan ‘Kang Won-tu-no’ yang sudah berpangkat Panglima. Padahal, sepengetahuan saya, mereka berdua masih berusia sekitar 33 tahun. Sebuah usia yang masih masuk kategori brondong.

Lebih Lengkap

Kereta Api Eksekutif (Part 4: Huru – Hara Petugas Arsip)

Kereta Api Eksekutif (Part 4: Huru – Hara Petugas Arsip)

Ditulis oleh Tgl. 21 Oktober 2012, 20:04 pm Topik: Catatan Harian

A

gustus Lalu Saya Meminta Tim “Hanunk” Berbondong ke Kantor Pusat, di Jakarta Saya sudah hafal ini: kantor pusat adalah lokasi yang paling menarik di setiap menjelang audit.

Dan terkait dengan posisi saya yang baru, Saya pun tahu. Ke Jakarta lah cara terbaik untuk mendapatkan situasi terkini masalah kearsipan (baca: penataan arsip yang menyedihkan): map dokumen yang campur aduk, file cabinet yang over capacity, karyawan yang ogah-ogahan menata arsip, atasan yang tak memperdulikan arsip-arsipnya, file-file di komputer yang nggak jelas lokasi foldernya, dan sejenisnya.

Karena itulah menjelang Regional Audit Kearsipan tahun ini, saya ditugaskan Bos Besar untuk meredupkan atau jika memungkinkan mematikan masalah-masalah yang “mengkilap” di mata tersebut. Targetnya adalah tidak ada lagi tumpukan file, tidak ada penggunaan Drive-C di komputer, dan jenis penderitaan lain seputar kearsipan.

Nggak main-main, Bos besar saya yang berkantor di Ibukota sempat bilang begini: “Yosie …, kamu harus langsung berlari. Agustus harus beres …” Maksudnya semua hal yang saya sebutkan di atas tersebut harus tuntas di bulan Agustus lalu.

Lebih Lengkap

Moving On to USA and KEDIRI

Moving On to USA and KEDIRI

Ditulis oleh Tgl. 1 September 2012, 21:50 pm Topik: Catatan Harian

S

etelah Ayah Berkelana Selama 27 Tahun, Setelah Adik Kami yang Cantik Hadir Selama 2++ Tahun, setelah mereka menyatu dalam gelap terangnya hidup di Company ini, kini mereka berdua telah menuntaskan perjalanannya yang berliku dan hadir ke ingatan kami dalam bentuk kenangan dan cerita. Kenangan dan cerita seru pastinya.

Hari ini, tanggal 1 September 2012, mereka berdua resmi menanggalkan seragam kebesaran mereka dan resmi pula menyandang status “EKS …”

Upacara pelepasan mereka kemarin pun juga tergolong istimewa. Selain Eyang Kakung yang melepas mereka langsung, juga karena upacara tidak dilakukan di break-out area (tempat kami biasanya melepas teman-teman yang pergi) melainkan Hotel Tugu. Sebuah hotel berbintang lima, diseputaran alun-alun bundar, Balai Kota Malang. Tentu semuanya istimewa. Cause they are very special …

Lebih Lengkap

Met Lebaran Bro …

Met Lebaran Bro …

Ditulis oleh Tgl. 19 Agustus 2012, 13:32 pm Topik: Catatan Harian

T

idak Banyak yang bisa Saya ucap Hari Ini selain Thank You … kepada Allah SWT. Karena rahmat dan karuniaNya hari ini saya dipertemukan secara bersamaan dengan adik-adik, keponakan dan yang terpenting kedua orang tua saya.

Situasinya pun jauh lebih baik dan menyenangkan jika dibandingkan dengan satu or dua tahun lalu. Kondisi ekonomi kami sekeluarga yang alhamdulillah membaik, kesehatan kami yang prima, kesejahteraan keluarga kami yang luar biasa, adalah warna ceria pada lebaran kali ini. Memang satu dua hal masih tidak sesuai harapan, tetapi itu kami anggap sebagai discount kehidupan yang masih bisa ditoleransi dan diatasi.

Raut bahagia terlihat dari wajah Mama hari ini. Fakta bahwa semua anak-anaknya berkumpul dalam satu momen Idul Fitri sudah terlaksana. For your info only, tiga or empat lebaran sebelumnya kami tidak pernah lengkap. Kalau nggak adik pertama saya yang berlebaran di Bali, yaa … adik kedua saya yang berlebaran di Kalimantan. Atau Saya yang berlebaran di Kediri.

Lebih Lengkap

Rindu Mudik setelah 67 Tahun Merdeka

Rindu Mudik setelah 67 Tahun Merdeka

Ditulis oleh Tgl. 17 Agustus 2012, 00:24 am Topik: Catatan Harian

K

alau di Jakarta Hari-hari ini diwarnai oleh Ribuan Warganya yang Mulai Kabur, pun demikian dengan Kota Malang yang mendadak padat karena diserbu penghuni lawasnya dari rantau.

Setidaknya itulah yang terlihat dari jalanan dan terminal pagi ini. Ramai … nampak mengalami lonjakan. Jalanan sudah diwarnai beberapa mobil yang mengangkut koper dan dos-dos karton besar, sementara Terminal Arjosari Malang juga sudah penuh sesak dipadati oleh para penumpang.

Saya sendiri baru akan mudik ke Kota Kediri, pas malam di hari lebaran pertama. Kota itu memang bukan kota kelahiran saya, melainkan tanah tumpah darah istri saya. Jadinya, mudik ke Kediri adalah hal yang biasa banget buat saya karena kota tersebut nyaris tidak menghadirkan kenangan tersendiri di sudut hati saya. Paling-paling kehadiran saya kesana termotivasi untuk merasakan kembali pecel punten, bakmie kuah kediri yang khas karena dimasak dengan arang atau beli tahu kediri yang sudah beken itu.

Hal berbeda tentu saja dirasakan istri saya. Semenjak memasuki bulan Ramadhan, dia menderita sakit yang teramat sangat kronis. Parahnya penyakit tersebut hanya bisa disembuhkan pas Idul Fitri. Menilik gejalanya, dia menderita penyakit “el mal de corazón” (Spanyol); “nótós alógós” (Yunani); atau dalam bahasa Indonesianya adalah “rindu mudik”.

Lebih Lengkap
Halaman 1 dari 712345...Akhir »
Kembali ke AtasKembali ke Atas