Jualan di Facebook, Gimana Cara Nyetatusnya? (Bagian-3)

68 Views 0 Komentar
jualan-di-facebook

Sebelum sampean membaca lebih lanjut tentang gimana nyetatus jualan di facebook, biar nyambung, ada baiknya sampean baca dulu tulisan berikut ini yaa:

Saya yakin banget – KETIKA NYETATUS – jualan di facebook, sampean pasti terbebani dengan keharusan membuat tulisan yang bagus bukan? Harus inilah, harus itulah. Tau nggak, pada akhirnya beban inilah yang membuat sampean melupakan nyawa dari sebuah tulisan itu sendiri, yaitu “MENULIS”.

Segala “ini plus itu” dalam menulis itu sebenarnya bisa diperbaiki sambil jalan ketika tulisannya sudah ada. Sederhananya, kalau Sampean nggak nyetatus apanya yang mau diperbaiki.

Simak Video Blog Saya bareng Christian Kustedi
Owner dari PT. Dusdusan Dotcom Indonesia tentang nyetatus jualan di facebook berikut ini:

Nah berdasarkan apa yang saya alami ketika ngeblog atau nulis, sekaligus dagang online, ada dua hal yang perlu Sampean perhatikan ketika bikin status (terutama) yang temanya adalah jualan:

PERTAMA, ketika nyetatus jualan di facebook JANGAN TERLIHAT JUALAN

Kenapa kok nggak boleh terlihat jualan Mas? Yaa karena tidak ada satupun teman facebook Sampean yang mau dijualin. Percaya deh soal itu. Bahkan andai kata akun sampean adalah akun yang teman-temannya sudah sangat tertarget sekalipun, mereka tetap nggak mau kalau dijualin terus menerus. Prinsip seorang konsumen itu adalah “Nanti kalau saya butuh, saya yang akan cari dan datangi toko sampean.” Maka dari itu, nyetatuslah juga dengan prinsip itu. Gimana caranya?

Caranya adalah selalu ceritakan kepada mereka bahwa sampean ini adalah pedagang. Cukup ingatkan kepada mereka bahwa sampean punya toko yang jualan produk A, B dan C tanpa sering-sering menyuruh mereka untuk membeli produk tersebut. Maksudnya gimana Mas?

Maksudnya, nyetatuslah tentang sesuatu yang bukan jualan (misalnya: topik umum/keseharian kita) tapi selalu sisipkan lapak jualan (bisa nama toko, fanpage, nomor WA) Sampean di status tersebut.

Contohnya gini:


jualan-di-facebook

jualan-di-facebook

Saya heran negara yang kaya raya dengan laut ini kok bisa-bisanya kehabisan garam, pake import segala lagi. Padahal cuman garam loh. Sampean pada tau nggak, tanpa garam banyak ibu-ibu yang masakannya jadi hambar, kurang nendang. Untung saja suami mereka masih pada sayang. Mudah-mudahan pemerintah punya solusi konkrit akan masalah ini.

Oo iya, kebetulan di toko online saya stok garam masih cukup. Bukan garam import sih, tapi cukup asin kok untuk bikin lidah kita nggak berasa tawar. Pas nanti bunda dan sista pada butuh garam, kontak aja nomor WA berikut yach 081-123-456-789. Ongkirnya gratis ke seluruh Indonesia. #Maturnuwun.

Nama Toko -> harus ada

Tagline Toko Online Anda -> harus ada

Link Menuju Fanpage/Grup FB (Nggak wajib, tapi sebaiknya -harus- punya)


atau ini (khusus tampilan website):

Coba lihat strukturnya! Di status itu saya tetap menyampaikan ide dan kritikan saya tentang kelangkaan garam yang (pernah) terjadi di negara kita. Cuman di akhir paragraph saya baru jualan garam secara halus dan tipis-tipis dengan mengingatkan siapapun yang berminat untuk menghubungi sebuah nomor WA dengan kalimat “… pas nanti bunda dan sista pada butuh garam … dan bla … bla … bla”. Tak lupa juga saya naruh link website, fanpage atau grup FB saya.

Coba bandingkan dengan status yang ini:


jualan-di-facebook

jualan-di-facebook

Ready Stok garam beryodium merk Cleonima, per 1 plastik hanya Rp. 2000 saja, free ongkir ke seluruh Indonesia yaa ibu-ibu. Monggo buat bunda dan sista yang mau order silahkan hubungi No. WA 081-123-456-789 atau kunjungi website www.jualgaram.com


Pertanyaan saya sederhana, “Menurut Sampean manakah diantara kedua status diatas yang lebih menarik dan enak untuk dibaca? Saya yakin sampean udah bisa menjawabnya kan.

Poin dari kedua status diatas adalah

KALAU MAU STATUS JUALANNYA DIRESPON, YAA NYETATUSNYA JANGAN TERLIHAT JUALAN. Tipis-tipis dan sepoi-sepoi aja.

KEDUA, ketika nyetatus jualan di facebook GAMBARNYA HARUS NUSUK

Pertanyaannya sekarang, apakah dengan membuat status jualan yang keren udah cukup kuat untuk memancing interaksi teman-teman FB kita? Jawabannya adalah BELUM. Di status jualan, tulisan aja tidaklah cukup (kecuali yang nyetatus artis mungkin beda =D). Kita membutuhkan photo/gambar yang bagus untuk memancing rasa kepo mereka.

Sederhananya gini, gambar postingan itu fungsinya untuk bikin panas atau bikin baper pertemanan FB kita. Saat Akun FB kita geret kebawah atau keatas, gambarlah yang bakal membuat kita berhenti kemudian membaca keseluruhan isi status, atau malah mlengos nggak peduli. Bahkan dalam beberapa kejadian, tulisan yang biasa-biasa aja itu ga jadi masalah selama gambarnya keren dan nusuk. Nah, kata-kata NUSUK inilah yang mesti kita garis bawahi. Kayak gimana sih sebenarnya gambar yang nusuk itu?

Gambar yang nusuk adalah gambar yang nyambung banget sama isi postingan, plus bikin yang nglihat jadi terpana dengan muka pengen (mupeng) gitu. Pada status jualan, nusuk itu identik dengan gambar asli (real picture) dari produk jualan kita. Gambarnya pun minim editan plus ukurannya (resolusi) besar. Gambar seperti ini biasanya dihasilkan dari HP dengan spesifikasi tinggi atau kamera professional seperti kamera DSLR.

Intinya, kalau Sampean pengen status jualannya direspon bagus, saran saya adalah jangan pernah jualan. Cukup arahkan ke nomor WA, website, grup atau fanpage. Ini akan jauh lebih efektif ketimbang Sampean jualan secara terang-terangan di statusnya. Belum tentu dibeli, hampir pasti di unfollow atau unfriend. #Mbrebes_mili kalau udah kayak gini. Kelar ….

Mas Yosie

Blogger | Pebisnis Online

Pendapat & Opini

%d bloggers like this: