Puasa Ramadhan. Kapan Pertama Kali Sampean Puasa?

161 Views 0 Komentar

Catatan Puasa di Sahur Pertama

Puasa bisa membuat siapa saja jadi seperti motor kehabisan bensin. Lemes dan ngantuk, nggak ada tenaga and nggak kuat narik. Tak terkecuali saya di puasa pertama hari ini. Untungnya, hari ini adalah Sabtu. Saya jadi terselamatkan karena punya banyak waktu untuk leyeh-leyeh bahkan tidur terlelap sekalipun.

Saya jadi ingat ketika berlatih puasa untuk pertama kalinya saat berusia 5 menjelang 6 tahun. Kala itu saya nekad tidak berpuasa dhuhur dulu seperti anak-anak sebaya saya di kampung, melainkan langsung Puasa Maghrib. Kenekatan saya ini tentu saja harus saya bayar (nggak seberapa mahal) dengan sedikit penderitaan.

Ujian fisik orang berpuasa itu kan hadir disekitaran jam 11 hingga 2 siang. Disinilah penderitaan itu saya rasakan. Karena nggak makan dan minum sedari Shubuh, tubuh ini (seolah-olah) mau pingsan. Apalagi terik matahari membuatnya jadi laper banget, haus sangat. Disaat-saat seperti itulah “Libur Sekolah Awal Ramadhan” menyelamatkan saya. Saya jadi bisa tidur dari siang hingga mendekati jam 5 sore. Jam 5 hingga setengah 6 mandi sore, 6 kurang seperempat sudah berbuka dengan Es Dawet buatan Mama.

Dan sebenarnya, ritualnya nggak berhenti di Es Dawet saja. Biasanya dilanjutkan dengan makan Nasi Rujak Cingur atau Gado-Gado Lontong yang juga dibuat oleh Mama tercinta. Maklum, selama dan setiap Ramadhan tiba, Mama selalu berjualan Takjil di teras rumah. Baru mendekati Isyak saya beranjak sholat Maghrib. Dan nggak lama kemudian pergi ke Mesjid buat Sholat Isyak dan Tarawih sambil tertatih kekenyangan.

Setelah tiga dasawarsa lebih usia berlalu, perasaan saya masih juga sama dengan masa-masa itu. Bahagia, senang, atau lebih modern lagi disebutnya exited. Sering juga saya merasa kangen dengan ritual ramadhan di kampung, di rumah. Kembali minum es dawet, makan rujak cingur, atau pun gado-gado lontong hingga kekenyangan. Sesuatu yang sangat langka dan juga mahal di kota bernama JAKARTA.

Semoga saja Ramadhan tahun ini bisa kita manfaatkan seoptimal mungkin. Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik, lebih sabar, dan lebih berguna lagi. Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir bathin.

Selamat Berpuasa Brader. Sahur dengan apakah Sampean hari ini?

Pendapat & Opini

%d bloggers like this: